Selasa, 03 September 2013

Pesan dari seorang teman sejati....

PESAN DARI SEORANG TEMAN SEJATI

Diantara rekan – rekan Pramuka Indonesia, mungkin ada yang sudah tidak asing lagi dengan apa yang akan tertulis dibawah ini. Namun, mungkin juga ada sebagian lagi yang baru kali ini membaca pesan dari seorang teman sejati kita dalam dunia kepramukaan ini. Apakah itu? Mari kita simak bersama : Para Pramuka yang kucintai ! Jika kamu pernah melihat sandiwara “Peter Pan”, maka kamu akan ingat mengapa Pemimpin Bajak Laut selalu membuat pesan – pesan terakhirnya sebelum ia meninggal, karena ia takut tak sempat lagi mengeluarkan isi hatinya, kalau tiba saatnya ia menutup mata nanti. Demikian halnya dengan diriku. Meskipun waktu ini aku belum meninggal, namun saat itu akan tiba juga bagiku. Oleh karenanya aku ingin menyampaikan sekedar kata – kata perpisahan untuk meminta diri kepadamu. Ingatlah, bahwa ini adalah pesanku yang terakhir bagimu. Oleh karena itu renungkanlah! Saya telah memiliki kehidupan yang sangat bahagia dan harapanku mudah – mudahan kamu sekalian masing – masing juga mengenyam kebahagiaan dalam hidupmu seperti aku. Saya yakin bahwa Tuhan menciptakan kita dalam dunia yang bahagia ini untuk hidup berbahagia dan bergembira. Kebahagiaan tidak timbul dari kekayaan, juga tidak dari jabatan yang menguntungkan ataupun dari kesenangan bagi diri sendiri. Jalan menuju kebahagiaan adalah dengan membuat dirimu sehat dan kuat, lahir dan bathin sejak kamu masih anak – anak, sehingga kamu dapat berguna bagi sesamamu dan dapat menikmati hidup jika kamu kelak telah dewasa. Usaha menyelidiki alam akan menimbulkan kesadaran dalam hatimu, betapa banyak keindahan dan keajaiban yang diciptakan Tuhan di dunia ini supaya kamu dapat menikmatinya!. Bersyukurlah dengan sesuatu yang telah kamu dapatkan dan berbuatlah yang terbaik atas apa yang telah kamu dapatkan itu. Lebih baik melihat suatu hal dari sisi baiknya daripada dari sisi buruknya. Cara yang benar untuk memperoleh kebahagiaan adalah dengan membahagiakan orang lain. Berusahalah agar kamu dapat meninggalkan dunia ini dalam keadaan yang lebih baik daripada ketika kamu datang. Dan ketika tiba giliranmu untuk meninggalkan dunia ini, maka kamu akan meninggal dengan hati bahagia karena ketika masih hidup kamu tidak menyia-nyiakan waktumu, tetapi telah kamu gunakan dengan sebaik-baiknya. Sedialah dengan cara ini, untuk hidup bahagia dan meninggal dengan bahagia pula. Lekatkanlah niat ini senantiasa dalam janji/ Satya Pramukamu, meskipun kamu sudah bukan anak – anak lagi, dan Tuhan akan selalu menganugerahi pertolongan kepadamu dalam melaksanakan niatmu. Temanmu, Baden Powell of Gilwell. Nah!!. Sekarang rekan sudah tahu bukan? Ya! Pesan diatas adalah pesan terakhir dari Bapak Pandu Dunia kita yang ditemukan diantara kertas – kertas Baden Powell, sesudah beliau meninggal pada tanggal 8 Januari 1941. Dengan mengingat pesan tersebut, semoga kita tidak lupa bahwa jiwa kita adalah jiwa Pramuka yang akan senantiasa melekat sampai kapanpun jua.

0 komentar:

Poskan Komentar